Laporan Kunjungan ke Museum Geologi

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa penulis panjatkan karena berkat dan izin-Nya maka penulisan laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini susun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.
Akhir kata, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Bandung, Mei 2012

Felissa Belinda S

Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I: Pendahuluan
I.I Latar Belakang
I.2 Tujuan

Bab II: Isi Laporan
2.I Sejarah singkat Museum Geologi Bandung
2.2 Visi dan Misi Museum Geologi Bandung
2.3 Tugas dan Fungsi Museum Geologi Bandung
2.4 Arti Logo Museum Geologi Bandung
2.5 Ruang Pamer Museum Geologi Bandung
2.6 Jam Buka Museum Geologi Bandung
2.7 Gambar Denah dan Peta Museum Geologi Bandung
2.8 Koleksi Museum Geologi Bandung
2.9 Fasilitas Pendukung

Bab III: Penutup
3.I Kesimpulan
3.2 Saran

Daftar Pustaka

BAB I

I.I Latar Belakang

Alasan penulis memilih tempat ini karena Museum Geologi Bandung adalah salah satu tempat yang tepat sebagai objek kegiatan pengamatan bagi siswa dan siswi karena dapat member pengetahuan mengenai kenampakan bumi, fosil-fosil manusia dan hewan prasejarah, batu-batuan dan lain-lain.

I.2 Tujuan

Untuk mengetahui dan melihat benda-benda temuan prasejarah dan lain-lain berupa replika maupun asli.

BAB II

2.I Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung yang diresmikan pada 16 Mei 1929. Museum ini semula merupakan laboratorium, memiliki ragam koleksi batuan, mineral, meteorit, fosil, dan artefak yang telah dikumpulkan sejak 1850-an. Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun.
Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah.

Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

2.2 Visi dan Misi Museum Geologi Bandung

Visi :
– Terwujudnya sumber informasi geologi (dokumentasi koleksi warisan geologi Indonesia) yang profesional untuk masyarakat.
Misi :
– Memperagakan & mengkomunikasikan koleksi museum
– Menyediakan informasi & materi edukasi geologi
– Mendokumentasikan & mengkonservasi koleksi museum
– Melakukan penelitian koleksi & pengembangan museum
– Melakukan pameran museum & geologi
– Melakukan penyuluhan & sosialisasi geologi
– Melakukan kerjasama dengan instansi & sekolah
– Melakukan pengelolaan museum secara professional
– Memberikan pelayanan jasa permuseuman

2.3 Tugas dan Fungsi Museum Geologi Bandung

Museum Geologi mempunyai tugas teknis penunjang dan operasional
untuk melaksanakan penelitian, pengembangan dan konservasi serta
memperagakan koleksi geologi. Kemudian dalam melaksanakan tugasnya,
Museum Geologi juga menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut :
– Penyiapan rencana dan program penelitian, pengembangan, konservasi,peragaan dan publikasi koleksi geologi
– Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan dokumentasi
– Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan peragaan
– Pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta publikasi
– Pelaksanaan dan pengembangan kerjasama serta pelayanan jasa permuseuman
– Pelaksanaan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga
– Evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitain, pengembangan,konservasi, peragaan dan publikasi koleksi geologi.

2.4 Arti Logo Museum Geologi Bandung

Museum Geologi memiliki logo seperti yang digambarkan diatas. Logo
tersebut menganalogikan tentang keberadaan dan fungsi Museum Geologi yang
erat kaitannya dengan segala aspek geologis. Logo pun digunakan sebagai bet di
seragam para staf yang bekerja di Museum Geologi Bandung. Dibawah ini adalah
makna dari logo di atas:

1. Gambar segitiga yang berada dia atas adalah udara
2. Segitiga yang di bawah adalah menggambarkan tanah
3. Segitiga yang ada di kanan adalah api
4. Segitiga yang di kiri adalah air

2.5 Ruang Pamer Museum Geologi Bandung

Lantai I
Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :
 Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.
 Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
 Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya
 Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini
Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.
Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitiv pun belum ditemukan. Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa.
Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.
Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.

Lantai II
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur
Ruang barat (dipakai oleh staf museum)
Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.
Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.
 Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia.
 Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral
 Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
 Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi
 Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusan gunung api dan sebagainya.
 Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian.
 Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.

2.6 Jam Buka Museum Geologi Bandung

Jam Buka:
Senin-Kamis: 09:00-15:30 WIBB
Sabtu-Minggu: 09:00-13:30 WIBB
Tutup pada hari Jumat dan libur Nasional

Tiket
Tidak dikenakan biaya
Alamat
Diponegoro 57, Bandung 40122
Tel. +62 22 720-3822
Fax. +62 22 721-3934
E-mail: museumgeologi@grdc.esdm.go.id
Website: museum.bgl.esdm.go.id

Menuju ke Museum Geologi Bandung
Dengan berkendara:
• 25 menit dari Bandara Husein Sasatranegara
• 15 menit dari Stasiun Kereta Api Bandung
• 30 menit dari Terminal Bis Leuipanjang
• 15 mnit dari Terminal Bus Cicaheum

Aliran-Aliran Dalam Seni Lukis

1. Naturalisme

Naturalisme merupakan corak atau aliran dalam seni rupa yang berusaha melukiskan sesuatu obyek sesuai dengan alam (nature). Obyek yang digambarkan diungkapkan seperti mata melihat. Untuk memberikan kesan mirip diusahakan bentuk yang persis, ini artinya proporsi, keseimbangan, perspektf, pewarnaan dan lainnya diusahakan setepat mungkin sesuai mata kita melihat.
Tokoh-tokoh Naturalisme : Rembrant, Williamn Hogart dan Frans Hall di Indonesia yang menganut corak ini :Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom dan Trubus.

2. Realisme

Realisme adalah corak seni rupa yang menggambarkan kenyataan yang benar-benar ada, artinya yang ditekankan bukanlah obyek tetapi suasana dari kenyataan tersebut.
Tokoh-tokoh realisme ialah : Gustove Corbert, Fransisco de Goya dan Honore Daumier

3. Romantisme

Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, indah dan absurd. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedy yang dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita romah. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan, warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah, pria yang lebih gagah, wanita yang lebih
Tokoh: Raden Saleh

4. Impressionisme

Impressionisme merupakan corak seni rupa yang lahir pada tahun 1874. Aliran ini mengutamakan kesan selintas dari suatu obyek yang dilukiskan. Kesan itu didapat dari bantuan sinar matahari yang merefleksi ke mata mereka. Mereka melukiskan dengan cepat karena perputaran matahari dari timur ke barat. Karena itulah dalam lukisan impressionisme obyek yang dihasilkan agak kabur dan tidak mendetail.
Tokoh aliran ini : Claude Monet, Aguste Renoir, Casmile Pissaro, SIsley, Edward Degas dan Mary Cassat.
Di Indonesia penganut aliran ini : Kusnadi, Solichin dan Afandi (sebelum Ekspresionisme).

5. Ekspresionisme

Ekspresionisme adalah aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas. Bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin ! Imajinasi dan perasaan. Obyek-obyek yang dilukiskan antara lain kengerian, kekerasan, kemiskinan, kesedihan dan keinginan lain dibalik tingkah laku manusia.
Pelopor ekspresionisme : Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Karl Schmidt, Emile Nolde, JJ. Kandinsky dan Paul Klee. Di Indonesia penganut ini adalah : Affandi, Zaini dan Popo Iskandar.
Contoh Lukisan bercorak Naturalisme, Contoh Lukisan bercorak Impresionisme, karya Basoeki Abdullah karya George Sevoat.

6. Kubisme

Kubisme lahir pada saat pameran retpektif Cezanne yakni pada tahun 1907. Corak ini menggambarkan alam menjadi bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak. Disini sei bukanlah peniruan alam melainkan penempatan bentuk-bentuk geometris dari seniman kepada alam. Pelopor Kubisme : Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes.
Fernand Leger, Robert Delaunay, Francis Picabia dan Juan Gris.

7. Fuvisme

Fuvisme merupakan nama yang dijuluki kepada sekelompok pelukis muda yang muncul pada abad ke 20. Ciri khas seni lukisannya ialah warna-warna yang liar. Des fauves dalam bahasa Perancis artinya binatang liar. Karena keliaran dari warna-warna itulah oleh kritikus Perancis Louis Vauxelles dilontarkan dengan nama Fauvisme.
Tokoh-tokoh aliran ini : Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol Dufi dan Kess Van Dongen.

8. Dadaisme

Dadaisme lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I. Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung merefleksi kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopy lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan rongsokan barang-barang bekas.
Tokoh-tokoh aliran ini : Juan Gross, Max Ernst, Hans Arp, Marcel Duchamp dan Picabia
.

9. Futurisme

Futurisme ialah sebuah aliran seni lukis yang lahir pada tahun 1909. Aliran ini mengatakan keindahan gerak dan dipandang sebagai pendobrak aliran Kubisme yang dianggap statis dalam komposisi, garis dan pewarnaan. Futurisme mengabdikan diri pada gerak sehingga pada lukisan anjing digambarkan berkaki lebih dari empat.

Tokoh aliran ini : Umberto, Boccioni, Carlo Cara, Severini, Gioccomo Ballad an Ruigi Russalo.

10. Surrealisme

Surrealisme pada awalnya merupakan gerakan dalam sastra yang diketemukan oleh Apollinaire utuk menyebut dramaya. Pada tahun 1024 dpakai oleh Andre Bizton untuk menyebutkan corak dalam seni lukis. Dalam kreativitasya corak surrealis berusaha membebaskan diri dari control kesadaran, menghendaki kebebasan yang selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada realistis namun masih dalam hubungan-hubungannya yang aneh.

Pelopor Surrealisme : Joan Miro, Salvador Dali darl Andre Masson. Di Indonesia bisa disebut : Sudibio; Sudiardjo dan Amang Rahman.

Resensi Buku

Judul : Perahu Kertas
Penulis : Dewi Lestari (Dee)
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : ke-15, Juli 2012
Kategori : Novel
Tebal : 444 hlm ; 20 cm
Buku ini mengisahkan seorang gadis mungil bernama Kugy yang memiliki hobi mengkhayal, menulis dongeng, dan menulis surat kepada “Neptunus”, lalu melipat kertasnya menjadi sebuah perahu. Sifat dan hobi Kugy inilah salah satu alasan mengapa buku ini menarik. Diceritakan juga Kugy memiliki dua orang sahabat yaitu Noni yang cerewet dan Eko yang jenaka, kedua karakter ini juga ikut menambah daya tarik buku ini.
Kisahnya diawali dengan pertemuan Kugy dan seorang laki-laki bernama Keenan. Keenan digambarkan sebagai laki-laki yang cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Ia pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya di suatu universitas di jurusan ekonomi. Sama seperti Kugy yang berkuliah di jurusan sastra. Sebenarnya Keenan memiliki hobi melukis dan ingin menjadi seorang pelukis, tapi Ayah Keenan tidak merestui cita-citanya itu.
Berempat Kugy, Keenan, Eko, dan Noni menjalin persahabatan. Seiring berjalannya waktu, muncul perasaan berbeda di antara Kugy dan Keenan. Keduanya saling menyukai, tapi lebih memilih untuk diam dan memendam perasaan masing-masing. Karena saat itu Kugy sudah memiliki pacar yang bernama Joshua atau Ojos.
Dari sana, mulailah bermunculan berbagai konflik. Banyak hal yang menghalangi perasaan Kugy dan Keenan. Persahabatan Kugy dan Noni pun diambang kehancuran. Di sinilah salah satu letak kelebihan buku ini, Dee dengan cerdas merangkai semua konfiknya hingga membuat para pembaca penasaran dan tak bisa berhenti membaca.
Cara mengatasi konfliknya pun terkesan nyata, dan mengalir mengikuti alur. Pada akhirnya, Kugy dan Keenan bersatu, Keenan mendapat restu ayahnya, persahabatan Kugy dan Noni kembali utuh, dan berdua Kugy dan Keenan menggapai mimpi, dan melanjutkan karya yang mereka buat.
Novel atau buku ini sangat menghibur pembaca, dan sangat cocok untuk remaja. Walaupun ada beberapa kata yang tak dimengerti, itu tak menjadi alasan untuk tidak membaca buku ini. Kisah ini memotivasi dan menginspirasi kita untuk tidak menyerah dan terus menggapai mimpi. Kisah yang sangat menarik untuk dibaca.

Genre of Text

1. Procedure Text

Definition and Purpose of Procedure Text

Procedure is a text that show a process in order or how to make something. Its purpose is to describe how something is completely done through a sequence of series

 

Definisi dan tujuan dari Teks Prosedur

Prosedur adalah teks yang menunjukkan suatu proses atau cara membuat sesuatu. Fungsi sosialnya adalah untuk menggambarkan bagaimana sesuatu benar-benar dilakukan melalui urutan seri

 

Generic Structure of Procedure Text

1. Goal: showing the purpose

2. Material: Telling the needed materials

3. Step 1-end: Describing the steps to achieve the purpose

 

Struktur Umum dari Teks Prosedur

1. Tujuan: menunjukkan tujuan

2. Bahan: Menceritakan bahan yang dibutuhkan

3. Langkah 1-end: Menggambarkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan

 

Language Feature of Procedure Text

-Using sequences

-Using temporal conjunction

-Using action verb

-Using imperative sentence

-Using Simple Present Tense

 

Fitur Bahasa dari Teks Prosedur

 -Menggunakan urutan

 -Menggunakan temporal conjunction

 -Menggunakan kata kerja

 -Menggunakan kalimat imperatif

 -Menggunakan Simple Present Tense

 

Example:

 

How to make Meatballs

Ingredients:

  • 1 kilo of very fine minced meat (preferably beef)
  • 2 eggs
  • 300 grams of tapioca-flour
  • 4-8 cloves of garlic
  • 1 red onion
  • 1 teaspoon of white pepper
  • 2 teaspoons of salt

The steps to make meatballs

 

 

These steps are instruction on how to make meatballs, just meatball, the soup is madeseparately.
First of all,mix garlic, red onion, salt, and white pepper in a mortar or mixer.
Second step, mix the spice-mixture with the eggs, the tapioca-flour and the minced meat.
After that, use your fingers, add a cup of water, and keep on working until the mixture feels soft and smooth.
Then, boil some water in a rather large pot, at least about 2 liters.
Next step, start rolling the mixture into small meatballs.
Finally, lower the meatballs into the boiling water. When they float up to the surface the meatball are ready to serve.

 

Example of Question

(Based on the text)

 

 

1. What type of text is the text above?

a. Descriptive

b. Procedure

c. Narrative

d. Recount

 

2. What does the text tell about?

a. Meatballs

b. How to Make Meatballs

c. How to Make Soup

d. The ingredients of Soup

 

3. What is the purpose of the text?

a. To persuade the readers to make it

b. To describe how something is made

c. To inform people about cooking

d. To entertain the readers

 

4. How many steps are there to make meatballs?

a. 3

b. 4

c. 5

d. 6

 

5. How many kinds of ingredients do we need to make meatballs?

a. 4

b. 5

c. 6

d. 7

 

 

 

2. Descriptive Text

 The Definition and Purpose of Descriptive Text

Descriptive text is a text which say what a person or a thing is like. Its purpose is to describe and reveal a particular person, place, or thing.

Definisi dan Tujuan dari Teks Deskriptif 
Teks deskriptif adalah teks yang menyatakan seperti apa seseorang atau sesuatu. Tujuannya adalah untuk menggambarkan dan mengungkapkan ciri-ciri orang, tempat, atau benda.

The Generic Structure of Descriptive Text
Descriptive text has structure as below:
Identification; identifying the phenomenon to be described.
Description; describing the phenomenon in parts, qualities, or/and characteristics.

Struktur Umum dari Teks Deskriptif 
Teks deskriptif memiliki struktur sebagai berikut:
Identifikasi, mengidentifikasi fenomena yang akan dijelaskan.
Keterangan, menggambarkan fenomena dalam bagian, kualitas, atau / dan karakteristik. 

The Language Feature of Descriptive Text
Using attributive and identifying process.
Using adjective and classifiers in nominal group.
Using simple present tense

 

Fitur Bahasa dari Teks Deskriptif 
Menggunakan atributif dan mengidentifikasi proses.
Menggunakan kata sifat dan pengklasifikasi dalam kelompok nominal.
Menggunakan simple present tense

 

Example:

 

My Cat Gregory

 

Gregory is my beautiful gray Persian cat. He walks with pride and grace, performing a dance of disdain as he slowly lifts and lowers each paw with the delicacy of a ballet dancer. His pride, however, does not extend to his appearance, for he spends most of his time indoors watching television and growing fat.
He enjoys TV commercials, especially those for Meow Mix and 9 Lives. His familiarity with cat food commercials has led him to reject generic brands of cat food in favor of only the most expensive brands.
Gregory is as finicky about visitors as he is about what he eats, befriending some and repelling others. He may snuggle up against your ankle, begging to be petted, or he may imitate a skunk and stain your favorite trousers. Gregory does not do this to establish his territory, as many cat experts think, but to humiliate me because he is jealous of my friends.

 

 

Example of Question

(Based on the text)

 

 

1. What type of text is the text above?

a. Descriptive

b. Procedure

c. Narrative

d. Recount

 

2. What is the purpose of the text?

a. To persuade the readers to make it

b. To describe how something is made

c. To describe something

d. To entertain the readers

 

3. What does the text tell about?

a. gray cat

b. white cat

c. green cat

d. red cat

 

4. Who is Gregory?

a. The writer’s name

b. The writer’s cat’s name

c. The writer’s father’s name

d. The writer’s friend’s name

 

5. “He enjoys TV commercials, especially those for Meow Mix and 9 Lives”

What dose the underlined word refer to?

a. The writer’s friend

b. The writer’s father

c. The writer’s cat

d. The writer

 

 

 

3. Recount Text

Definition and Purpose of Recount Text
Recount is a text which retells events or experiences in the past. Its purpose is either to inform or to entertain the audience. There is no complication among the participants and that differentiates from narrative

Definisi dan Tujuan dari Recount Text 
Recount adalah teks yang menceritakan kembali kejadian atau pengalaman di masa lalu. Tujuannya adalah baik untuk menginformasikan atau menghibur penonton. Tidak ada komplikasi antara peserta dan yang membedakan dari narasi 

Generic Structure of Recount Text
1. Orientation: Introducing the participants, place and time
2. Events: Describing series of event that happened in the past
3. Reorientation: It is optional. Stating personal comment of the writer to the story

Struktur Umum dari Recount Text 
1. Orientasi: Memperkenalkan peserta, tempat dan waktu
2. Peristiwa/Kejadian: Menggambarkan peristiwa yang terjadi di masa lalu
3. Reorientasi: Ini adalah opsional. Menyatakan komentar pribadi dari penulis cerita

Language Feature of Recount Text
• Introducing personal participant; I, my group, etc
• Using chronological connection; then, first, etc
• Using linking verb; was, were, saw, heard, etc
• Using action verb; look, go, change, etc
• Using simple past tense

 

Fitur Bahasa dari Recount Text

• Memperkenalkan peserta pribadi, saya, kelompok saya, dll 
• Menggunakan koneksi kronologis, kemudian, pertama, dll
• Menggunakan kata kerja yang menghubungkan, adalah, yang, melihat, mendengar, dll
• Menggunakan kata kerja tindakan, melihat, pergi, mengubah, dll
• Menggunakan simple past tense

 

Example:
My Holiday was Fantastic

Last summer I got a fantastic holiday. I visited some great places.

I went to an airport and was going to fly to Cleveland. I was spending there two days. I liked to see some Cleveland Cavaliersbasketball matches.

Then I went to Hollywood. Hollywood is a famous district in Los Angeles, California, United States. It had become world-famous as the center of the film industry. Four major film companies – Paramount, Warner Bros., RKO and Columbia – had studios in Hollywood. I did not want to leave but I had to.

After that, I went to New York city. I visited the Statue of Liberty. I went from the bottom of Manhattan to the top of the crown. That was very amazing.

The places made me feel at home but I have to go home. Next time I would return to them.

 

Example of Question

(Based on the text)

 

 

1. What type of text is the text above?

a. Descriptive

b. Procedure

c. Narrative

d. Recount

 

2. What is the purpose of the text?

a. To persuade the readers to make it

b. To describe how something is made

c. To describe something

d. To entertain and inform the readers

 

3. What is the main idea of the second paragraph?

a. I went to Hollywood

b. Hollywood is a famous district in Los Angeles, California, United States

c. I did not want to leave but I had to.

d. I went to New York city

 

4. How long the writer spend her time in the plane?

a. one hour

b. one day

c. two hours

d. two days

 

5. Where the writer spend his holiday?

a. US (United State)

b. UK (United Kingdom, England)

c. Brazil

d. Germany

 

 

 

4. Report Text

Definition of Report Text
Report is a text which presents information about something, as it is. It is as a result of systematic observation and analysis

Definisi dari Laporan 
Laporan adalah teks yang menyajikan informasi tentang sesuatu. Teks ini sebagai hasil dari pengamatan sistematis dan analisis.

Generic Structure of Report Text
1. General classification: Stating classification of general aspect of thing; animal, public place, plant, etc which will be discussed in general
2. Description: Describing the thing which will be discussed in detail; part per part , customs or deed for living creature and usage for materials

Struktur Umum dari Laporan 
1. Klasifikasi Umum: Menyatakan klasifikasi aspek umum dari hal, hewan, tempat umum, tanaman, dll yang akan dibahas secara umum
2. Keterangan: Menggambarkan hal yang akan dibahas secara rinci, bagian per bagian, kebiasaan atau perbuatan untuk hidup makhluk dan penggunaan bahan

Language Feature of Report Text
• Introducing group or general aspect
• Using conditional logical connection; when, so, etc
• Using simple present tense

 

Fitur Bahasa dari Laporan 
• Memperkenalkan kelompok atau aspek umum
• Menggunakan koneksi logis kondisional, ketika, sehingga, dll
• Menggunakan simple present tense

 

Example:

 
Birds

Birds are interesting flying animals. They are vertebrates and warm blooded animals. They belong to aves class and they can be found all over the world.

Birds breath with their air pocket. Beside as respiration organ, air pocket also can enlarge or reduce their weight when flying or swimming.

There are many kinds of birds. Earth bird has special characteristic. They have different morphology according to their food and their habitat. Some of them eat seeds, pollen, fish or meat. There are some species that live in land and the others live in water. Land birds live on their nest.

Female birds have specific tasks. they lay eggs and feed their baby, Beside that they look for foods for their baby.

 

Example of Question

(Based on the text)

 

 

1. What type of text is the text above?

a. Descriptive

b. Procedure

c. Narrative

d. Recount

 

2. What is the purpose of the text?

a. To persuade the readers to make it

b. To describe how something is made

c. To describe something

d. To inform the readers

 

3. “They are vertebrates and warm blooded animals.”

What dose the underlined word refer to?

a. Mice

b. Birds

c. Cats

d. Tigers

 

4.  Birds breath with their…..

a. air pocket

b. pollen

c. seeds

d. nest

 

5. This is the function of air pocket, except…

a. reduce their weight when flying or swimming

b. enlarge their weight when flying or swimming

c. breath

d. eat

 

 

 

5. Narrative Text

 Definition and Purpose of Narrative Text

Narrative is a text which tells a story. They can be imaginary, factual or a combination of both. It’s purpose to  entertains or informs the reader or listener.

 

Definisi dan Tujuan dari Teks Narasi

Naratif adalah teks yang berisi sebuah cerita. Cerita tersebut bisa berisi imajinasi, fakta atau kombinasi keduanya. Teks ini bertujuan untuk menghibur atau memberi informasi pada pembaca atau pendengar. 

 

Generic Structure of Narrative Text

  • Orientation – who, when, where
  • Complication – event that causes a complication; there may be more than one in a story. Descriptive words are used to give information about characters and events.
  • Evaluation – reaction by characters to the complication
  • Resolution – solution to the problem
  • Coda (optional) – lesson from the story

 

Struktur Umum dari Teks Narasi

 

  • Orientasi – siapa, kapan, di mana
  • Komplikasi – peristiwa yang menyebabkan komplikasi, mungkin ada lebih dari     satu dalam sebuah cerita. Kata deskriptif digunakan untuk memberikan informasi         tentang karakter dan peristiwa.
  • Evaluasi – reaksi oleh karakter untuk komplikasi
  • Resolusi – solusi untuk masalah tersebut
  • Coda (opsional) – pelajaran dari cerita

Language Features of  Narrative Text
Description of characters and places using:
–         Adjectives to describe nouns – heavy, frosty, transparent, grumpy
–         Adverbs – to describe verbs – quickly, secretly, quietly, energetically, suddenly
–         Similes – to compare one thing with another, using like or as … as – as bright as the moon, the kiss felt like a        butterfly’s wings against her cheek
–         Time words – Once upon a time, long ago, then, last week
–         Verbs indicating actions in the story – hid, ate, ran, whispered, looked

 

Fitur Bahasa dari Teks Narasi 
Deskripsi karakter dan tempat dengan menggunakan:
–          Kata sifat untuk menggambarkan kata benda – berat, dingin, transparan,      pemarah
–          Kata keterangan – untuk menggambarkan verba – cepat, diam-diam, diam-diam,    penuh semangat, tiba-tiba
–          Perumpamaan – untuk membandingkan satu hal dengan yang lain, seperti             menggunakan atau sebagai …

            sebagai – seterang bulan, ciuman terasa seperti sayap kupu-kupu terhadap            pipinya 
–           Waktu kata – Sekali waktu, lama, maka, pekan lalu
–           Kata kerja-menunjukkan tindakan dalam cerita – bersembunyi, makan, berlari,      berbisik, tampak.

 

Example: 

 

The Hungry Mouse
A mouse was having a very bad time. She could find no food at all. She
looked here and there, but there was no food, and she grew very thin.At
last the mouse found a basket, full of corn. There was a small hole in
the basket, and she crept in. She could just get through the hole.Then
she began to eat the corn. Being very hungry, she ate a great deal, and
went on eating and eating. She had grown very fat before she felt that
she had enough.
When the mouse tried to climb out of the basket, she could not. She was too
fat to pass through the hole.”How shall I climb out?” said the mouse.
“Oh, how shall I climb out?”Just then a rat came along, and he heard the
mouse.”Mouse,” said the rat, “if you want to climb out of the basket,
you must wait ‘till you have grown as thin as you were when you went in.”

 

Example of Question

(Based on the text)

 

 

1. What type of text is the text above?

a. Descriptive

b. Procedure

c. Narrative

d. Recount

 

2. What is the purpose of the text?

a. To persuade the readers to make it

b. To describe how something is made

c. To describe something

d. To entertain the readers

 

3. What is the title of the text?

a. The Hungry Mouse

b. The Hungry Cat

c. The Hungry Lion

d. The Hungry Tiger

 

4. “She could find no food at all.”

What dose the underlined word refer to?

a. Mouse

b. Rat

c. Cat

d. Birds

 

5. “if you want to climb out of the basket,
you must wait ‘till you have grown as thin as you were when you went in.”

    Who is said that?

a. Mouse

b. Rat

c. Cat

d. Birds