Laporan Kunjungan ke Museum Geologi

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa penulis panjatkan karena berkat dan izin-Nya maka penulisan laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini susun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.
Akhir kata, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Bandung, Mei 2012

Felissa Belinda S

Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I: Pendahuluan
I.I Latar Belakang
I.2 Tujuan

Bab II: Isi Laporan
2.I Sejarah singkat Museum Geologi Bandung
2.2 Visi dan Misi Museum Geologi Bandung
2.3 Tugas dan Fungsi Museum Geologi Bandung
2.4 Arti Logo Museum Geologi Bandung
2.5 Ruang Pamer Museum Geologi Bandung
2.6 Jam Buka Museum Geologi Bandung
2.7 Gambar Denah dan Peta Museum Geologi Bandung
2.8 Koleksi Museum Geologi Bandung
2.9 Fasilitas Pendukung

Bab III: Penutup
3.I Kesimpulan
3.2 Saran

Daftar Pustaka

BAB I

I.I Latar Belakang

Alasan penulis memilih tempat ini karena Museum Geologi Bandung adalah salah satu tempat yang tepat sebagai objek kegiatan pengamatan bagi siswa dan siswi karena dapat member pengetahuan mengenai kenampakan bumi, fosil-fosil manusia dan hewan prasejarah, batu-batuan dan lain-lain.

I.2 Tujuan

Untuk mengetahui dan melihat benda-benda temuan prasejarah dan lain-lain berupa replika maupun asli.

BAB II

2.I Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung yang diresmikan pada 16 Mei 1929. Museum ini semula merupakan laboratorium, memiliki ragam koleksi batuan, mineral, meteorit, fosil, dan artefak yang telah dikumpulkan sejak 1850-an. Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun.
Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Museum Geologi letaknya di Jalan Diponegoro, tidak jauh dari Gedung Sate. Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah.

Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

2.2 Visi dan Misi Museum Geologi Bandung

Visi :
– Terwujudnya sumber informasi geologi (dokumentasi koleksi warisan geologi Indonesia) yang profesional untuk masyarakat.
Misi :
– Memperagakan & mengkomunikasikan koleksi museum
– Menyediakan informasi & materi edukasi geologi
– Mendokumentasikan & mengkonservasi koleksi museum
– Melakukan penelitian koleksi & pengembangan museum
– Melakukan pameran museum & geologi
– Melakukan penyuluhan & sosialisasi geologi
– Melakukan kerjasama dengan instansi & sekolah
– Melakukan pengelolaan museum secara professional
– Memberikan pelayanan jasa permuseuman

2.3 Tugas dan Fungsi Museum Geologi Bandung

Museum Geologi mempunyai tugas teknis penunjang dan operasional
untuk melaksanakan penelitian, pengembangan dan konservasi serta
memperagakan koleksi geologi. Kemudian dalam melaksanakan tugasnya,
Museum Geologi juga menyelenggarakan fungsinya sebagai berikut :
– Penyiapan rencana dan program penelitian, pengembangan, konservasi,peragaan dan publikasi koleksi geologi
– Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan dokumentasi
– Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan peragaan
– Pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta publikasi
– Pelaksanaan dan pengembangan kerjasama serta pelayanan jasa permuseuman
– Pelaksanaan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga
– Evaluasi pelaksanaan rencana dan program penelitain, pengembangan,konservasi, peragaan dan publikasi koleksi geologi.

2.4 Arti Logo Museum Geologi Bandung

Museum Geologi memiliki logo seperti yang digambarkan diatas. Logo
tersebut menganalogikan tentang keberadaan dan fungsi Museum Geologi yang
erat kaitannya dengan segala aspek geologis. Logo pun digunakan sebagai bet di
seragam para staf yang bekerja di Museum Geologi Bandung. Dibawah ini adalah
makna dari logo di atas:

1. Gambar segitiga yang berada dia atas adalah udara
2. Segitiga yang di bawah adalah menggambarkan tanah
3. Segitiga yang ada di kanan adalah api
4. Segitiga yang di kiri adalah air

2.5 Ruang Pamer Museum Geologi Bandung

Lantai I
Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Ruang Orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :
 Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.
 Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
 Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya
 Fosil fosil serta sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini
Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Dunia batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografi dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan, sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan data dan informasi geologi Indonesia. Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu. Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.
Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitiv pun belum ditemukan. Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu) diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa.
Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran (Solo, Jawa Tengah), Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.
Sejarah pembentukan Danau Bandung yang melegenda itu ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan-purba.

Lantai II
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur
Ruang barat (dipakai oleh staf museum)
Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 miliar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.
Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.
 Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia.
 Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral
 Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
 Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi
 Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusan gunung api dan sebagainya.
 Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian.
 Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.

2.6 Jam Buka Museum Geologi Bandung

Jam Buka:
Senin-Kamis: 09:00-15:30 WIBB
Sabtu-Minggu: 09:00-13:30 WIBB
Tutup pada hari Jumat dan libur Nasional

Tiket
Tidak dikenakan biaya
Alamat
Diponegoro 57, Bandung 40122
Tel. +62 22 720-3822
Fax. +62 22 721-3934
E-mail: museumgeologi@grdc.esdm.go.id
Website: museum.bgl.esdm.go.id

Menuju ke Museum Geologi Bandung
Dengan berkendara:
• 25 menit dari Bandara Husein Sasatranegara
• 15 menit dari Stasiun Kereta Api Bandung
• 30 menit dari Terminal Bis Leuipanjang
• 15 mnit dari Terminal Bus Cicaheum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s